Jumat, 12 Agustus 2016

” Lomba Blog Dies Natalis Universitas Terbuka ke-32”

UT Adalah Solusi Negeri

Pada tanggal 17 Agustus 2016 Indonesia merayakan HUT kemerdekaan yang ke 71 . Usia yang cukup tua untuk kita sukuri karena sampai saat ini dengan segala dinamikanya Indonesia masih tetap tegak berdiri. Sebagai sebuah bangsa yang besar kita sepatutnya berterima kasih kepada para pendiri bangsa yang telah meletakkan fondasi yang kuat pada bangsa ini melalui Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945 sehingga kita masih tetap utuh sebagai sebuah negara kesatuan yang bernama Republik Indonesia.

Tugas kita saat ini adalah bagaimana meneruskan fondasi bangunan yang telah mereka dirikan hingga gedung yang bernama Indonesia ini dapat berdiri tegak menjulang sampai ke langit. Tugas yang tentu tidak ringan untuk meneruskan bangunan ini hingga tidak hanya mampu berdiri namun juga menjaganya agar bangunan ini mampu bertahan dari guncangan gempa.  

Suasana sidang BPUPKI

Para pendiri bangsa dengan visinya yang tajam juga telah menyediakan buku manual bagaimana cara meneruskan bangunan Indonesia yang salah satunya termaktub di dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi “....untuk membentuk suatu pemerintaan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum mencerdasan kehidupan bangsa......”. Ini adalah pesan kepada kita sebagai generasi penerus bahwa untuk melanjutkan bangunan Indonesia, bangsa ini harus dilindungi jiwa raganya, sejahtera kehidupannya, dan pintar otaknya.

Pendirian Universitas Terbuka pada tahun 1984 melalui Kepres no 41 tahun 1984 merupakan upaya dari bangsa ini untuk meraih cita – citanya seperti yang telah disampaikan oleh para pendiri bangsa 71 tahun silam. Sebagai lembaga pendidikan, Universitas Terbuka memiliki tugas utama untuk mempersiapkan mahasiswanya menghadapi masa depan agar hidup lebih sejahtera, baik sebagai individu maupun secara kolektif sebagai warga masyarakat, bangsa maupun antar bangsa.

Di usianya yang sudah mencapai empat windu, Universitas terbuka dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan. Dunia yang terus berubah membawa konsekwensi bahwa Universitas Terbuka sebagai lembaga pendidikan tinggi harus adaptif terhadap segala perubahan dan mampu untuk memberikan solusi terhadap segala permasalahan bangsa. Permasalahan ekonomi, politik, budaya, pendidikan, lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta moral merupakan permasalahan utama bangsa kita saat ini dan kedepan yang harus diatasi. Untuk itu Universitas terbuka dituntut untuk bisa menghasilkan sumber daya manusia yang mampu untuk menjawab segala tantangan yang dihadapi dan mengatasinya.

Hunian warga beragam mulai yang berimpitan, rumah besar, hingga apartemen 
di Cawang Jakarta Timur

Di bidang ekonomi, cita – cita bangsa seperti yang tertulis pada alenia ke-2 dan ke-3 Pembukaan UUD 1945 untuk menciptakan keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia masih belum dapat sepenuhnya tercapai. Jurang ketimpangan ekonomi masih sangat tinggi. Saat ini, menurut data dari BPS di tahun 2015 terdapat 28,5 juta rakyat Indonesia yang masih berada di bawah garis kemiskinan. 50,3% kekayaan negara dikuasai oleh 1% populasi, sementara 49,7% sisanya diperebutkan oleh 99% rakyat. Sampai bulan Agustus 2015 masih terdapat 7,56 juta rakyat Indonesia yang masih belum mendapatkan pekerjaan. Memang bukan perkerjaan yang ringan untuk merealisasikan cita – cita itu. Namun demikian Universitas Terbuka ditantang untuk dapat memberikan kontribusi dan menjadi bagian dari solusi atas permasalahan ekonomi bangsa ini.

Fakultas Ekonomi UT ditutntut untuk bisa melahirkan sarjana - sarjana yang mampu merumuskan kebijakan yang dapat memberikan keadilan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia apabila kelak mereka menjadi pejabat negara serta melahirkan sarjana yang tidak hanya bisa mencari pekerjaan namun juga mampu menciptakan pekerjaan bagi orang lain. Karena menurut para ahli suatu bangsa akan makmur apabila setidaknya 2% dari popolasinya adalah  pengusaha. Sementara saat ini, baru terdapat 1,65% dari total populasi Indonesia yang menjadi pengusaha. Bandingkan dengan Singapura dimana 7% dari masyarakatnya adalah pengusaha. Maka tidak heran mengapa Singapura menjadi salah satu negara yang paling makmur di dunia.

Di bidang politik, pasca reformasi kita memasuki era baru setelah selama 32 tahun berada dalam rezim orde baru yang otoriter. Kini, Indonesia memasuki era kehidupan politik yang lebih bebas. Setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi politiknya tanpa merasa takut diintimidasi oleh penguasa. Namun demikian, Reformasi masih belum mampu melahirkan para politisi yang dapat menjadi panutan, dan teladan serta memiliki sikap kenegarawanan seperti yang dicontohkan oleh para pendiri bangsa. Banyak politisi kita terjebak dalam politik transaksional dan lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya dari pada kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar. Beberapa dari mereka bahkan harus menikmati dinginnya dinding penjara karena tersandung kasus korupsi. Sebagai institusi yang melahirkan para cendikia, Universitas Terbuka diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi namun juga memiliki wawasan kebangsaan yang mampu menginternaslisasinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sehingga dapat berkontribusi dalam mengatasi segala permasalahan yang dihadapi bangsa.

Salah satu indikator kemajuan suatu bangsa adalah tingkat literasi masyarakatnya. Budaya membaca masih belum menjadi bagian dalam keseharian masyarakat Indonesia. Walaupun era kemajuan teknologi informasi dapat memberikan berbagai kemudahan untuk mengakses sumber – sumber bacaan, masyarakat kita lebih gemar menggunakannya untuk mengakses hiburan yang cenderung membuat masyarakat menjadi hedonis, konsumeris, dan pragmatis. Tugas kita bersama untuk membuat kebiasaan membaca menjadi sebuah budaya di tengah – tengah masyarakat agar bangsa ini menjadi bangsa yang berwawasan dan berilmu. Lantas apa yang dapat dilakukan oleh Universitas Terbuka? Dengan jangkauannya yang luas hingga pelosok, para mahasiswa UT dapat berperan menjadi agen perubahan bagi masyarakat. Mereka diharapkan dapat menumbuhkan minat membaca pada orang – orang disekitarnya. Selain itu, disain pembelajaran yang diterapkan di Universitas Terbuka harus mampu mendorong minat mahasiswa itu sendiri untuk gemar membaca karena sebagai mahasiswa kami melihat masih banyak para mahasiswa yang kurang memiliki minat membaca. Mereka lebih suka mengisi waktu luangnya untuk menikmati hiburan atau bercengkrama dengan teman – temannya dari pada mengisi dengan kegiatan membaca.

Anak usia sekolah yang terpaksa putus sekolah karena mahalnya biaya pendidikan

Di bidang pendidikan, kita masih berjuang untuk meningkatkan ketersediaan, keterjangkauan, kualitas, kesetaraan, dan kepastian layanan pendidikan. Walaupun data – data statistik pendidikan telah menunjukkan perbaikan, peringkat kita masih kalah dari negara – negara tetangga kita di ASEAN. Index pembangunan manusia Indonesia pada tahun 2013 mencapai 68,4 berada di urutan ke 108 dari 187 negara , peringkat itu lebih rendah dari negara tetangga kita seperti Singapura yang mencapai 90,1 dan termasuk kategori ”sangat tinggi”. Brunai Darussalam juga masuk kategori ”sangat tinggi”. Sementra, rata – rata lama sekolah penduduk yang berusia di atas 25 tahun ke atas telah menempuh pendidikan hingga 7,5 tahun atau setara dengan kelas VIII. Sedangkan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan di Indonesia pada tahun 2015 untuk tingkat SD sederajat mencapai 109,05, SMP sederajat 100,51, dan SMA sederajat 75,53. Dari data yang diuraikan di atas menunjukkan bahwa permasalahan pendidikan kita tidak hanya terletak pada kualitas output dari pendidikan tapi juga aksesibilitas pendidikan itu sendiri. Walaupun kita sudah memiliki regulasi pendidikan yang cukup lengkap dengan UU Sisidiknas sebagai induknya, di lapangan kita masih banyak menemui praktik  - praktik penyelenggaraan pendidikan yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang ada. Sebagai contoh adalah amanat pada pasal 34 UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 yang berbunyi “Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya” yang  lebih jauh diatur di dalam PP No. 47 tahun 2008 dan PP No. 48 tahun 2008, beberapa sekolah masih menarik “pungutan” kepada orang tua siswa untuk biaya investasi dan personal sekolah, akibatnya beberapa orang tua yang secara ekonomi kurang mampu lebih memilih untuk tidak menyekolahkan anaknya. Hal ini tercermin di dalam data rata- rata lama sekolah masyarakat Indonesia dan APK pendidikan secara nasional mulai dari tingkat SD sampai dengan SMA.

Memang permasalahan pendidikan di negara kita tidak sederhana. Dibutuhkan sinergi lintas sektoral untuk mengatasi segala permasalahan pendikan di negeri ini. Universitas Terbuka sebagai pelaku dunia pendidkanpun telah melakukan berbagai upaya sesuai dengan porsinya untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Jangkauannya yang luas telah memungkinkan masyarakat yang tinggal di pelosok tanah air untuk dapat mengenyam pendidikan tinggi, bahkan saudara – saudara kita yang sedang mengais rejeki di luar negeripun berkesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi melalui program UPBJJ Luar Negeri.

Di samping itu melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Terbuka juga mencoba untuk hadir di tengah – tengah masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi permasalahan yang mereka hadapi melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Melalui ini, Universitas Terbuka ingin menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak bersikap eksklusif yang hanya berinteraksi dengan kalangan internal kampus dan para akademisi saja Namun juga turut membaur dengan melakukan tindakan - tindakan yang kongkrit dalam membantu mengatasi permasalahan di tengah – tengah masyarakat.

Di ulang tahunnya yang ke-32, kita semua berharap bahwa Universitas Terbuka mampu memenuhi harapan kita semua untuk bersama – sama turut melanjutkan fondasi bangunan yang telah berdiri kokoh, sehingga bangsa ini dapat meraih apa yang telah dicita – citakan di dalam Pembukaan Undang – Undang Dasar 1945.



http://www.ut.ac.id/

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas terbuka ke-32. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan jiplakan.”